ARDYA SENA MAULYDINA AZHARI_X-IPS_CARA MEMBENTUK SISWA YANG BERKERITERIA TINGGI YANG DIINGINKAN SEKOLAH
CARA MEMBENTUK SISWA YANG
BERKERITERIA TINGGI YANG DIINGINKAN SEKOLAH
Memiliki
kepribadian yang baik, sopan, santun, menghormati sesama adalah salah satu
ciri-ciri dari kepribadian yang baik. Tentu semua orang ingin memiliki
kepribadian seperti itu, terutama bagi semua orang tua terhadap anak-anak
mereka. Menjadi seseorang yang berperilaku baik tentu tidaklah mudah apalagi
jika seseorang tinggal di lingkungan yang tidak mendukung dirinya untuk
membentuk kepribadian yang baik tersebut. Orang yang berperilaku baik sangatlah
banyak dicari orang-orang, entah itu di lingkungan kerja, sekolah atau pun
lingkungan kehidupan sehari-hari. Ini juga mengacu terhadap “good attitude”.
Seperti yang sudah dikatakan bahwa
tidaklah mudah untuk memiliki kepribadian yang bagus dan baik dalam diri kita.
Sebenarnya bukanlah tidak mudah, hanya saja pembentukan untuk memiliki
kepribadian yang baik tidaklah gampang seperti membuat telur mata sapi. Butuh
beberapa langkah yang pertama adalah niat dalam diri untuk mengubah diri menjadi
kepribadian yang baik. Kita haruslah memiliki niat itu tetapi tidak hanya niat
saja yang harus kita miliki melainkan juga kita harus menerapkannya juga.
Seperti halnya janganlah kita berdoa saja kepada Tuhan tetapi kita juga
haruslah berusaha untuk mencapai sesuatu. Karena suatu hal tidaklah akan
terjadi dan tercapai jika kita hanya diam saja meminta kepada Tuhan apa yang
kita inginkan dan apa yang ingin kita capai jika kita juga tidak berusaha untuk
mewujudkan hal itu.
Sangatlah penting untuk membentuk
kepribadian yang baik sejak dini atau bahkan lebih bagus jika sejak sang anak
terlahir di dunia ini. Perhatian orang tua terhadap anak akan sangatlah ekstra
keika anak baru saja dating ke dunia yang baru ini. Dimana disini peran orang
tua adalah peran yang akan menentukan ke mana sang anak akan mengambil
langkahnya untuk ke masa depan kelak. Orang tua adalah sarana sosialisasi
pertama yang sangatlah penting dalam pembentukkan proses kepribadian. Disinilah
juga keluarga adalah sosialisasi pertama yang akan diterima sang anak. Orang
tua tidak boleh mengekang sang anak untuk melakukan hal apa yang sanga anak
ingin lakukan, apalagi jika orang tua sudah mengekang sang anak dari kecil
trhapdap hal-hal yang sang anak inginkan. Itu sangalah berbahaya, karena seperti
yang sudah kita pernah dengar bahwa jika kita semakin mengekang dan tidak
membolehkan sang anak untuk tidak melakukan hal ini dan hal itu maka sang anak
akan menjadi penasaran dan akan semakin penasaran sampai ia akan melakukan hal
yang dilarang oang tuanya. Jika itu terjadi maka akibatnya akan sangat fatal
terhadap anak terutama kepribadian sang anak. Biarkanlah anak menelusuri rasa
penasarannya dan melakukan hal yang ia inginkan agar ia bias belajar sendiri
dan juga akan mendapatkan apa akibat dari sang anak melakukan hal-hal tersebut.
Jika sang anak sedang bermain dengan pisau, biarkanlah ia bermain dengan itu
dan jika ia melukai dirinya dengan pisau itu maka ia akan tahu dan mulai
mempelajari bahwa pisau bukanlah mainan yang baik untuk dirinya, karena pisau
itu sendiri akan melukai dirinya jika ia tidak berhati-hati dengan itu. Maka
dari itu ia akan menghindari barang itu dan tidak akan bermain dengan barang
itu lagi. Demikian jika orang tua melarang sang anak untuk beramain dengan
pisau maka rasa penasaran sang anak untuk bermain dengan pisau akan tumbuh dan
tumbuh besar dan ketika ia bermain dengan hal yang orang tua larang dan
mendapatkan dampak negative dari sesuatu yang orang tua larang akan membuat
sang orang tua menjadi shock dan kita tau itu tidaklah baik. Jadi siapakah yang
salah dalam kasus ini? Tetapi jelas kita tidak bisa menentukan sesuatu dengan
sangat gampang. Karena kita juga membutuhkan peran dan juga dukungan dari orang
tua untuk membantu sang anak membentuk dan memiliki kepribadian yang baik dan
peran merekalah yang sangat cocok serta penting sekali untuk ini. Apalagi hal
ini hanya akan terjadi sekali karena pada masa-masa ini anak masih lah kecil
dan belum berinmteraksi dengan lingkungan sosialisasi sekunder.
Sekolah adalah bentuk dari
sosialisasi sekunder yang akan dialami oleh anak ketika ia sudah melewati tahap
sosialisasi primer nya, yaitu ruang lingkung keluarganya. Disinilah ia akan
mendapatkan hal-hal yang belum pernah ia dapatkan di lingkungan keluarganya.
Dimaan ia akan berjumpa dengan hal-hal yang akan membuat dirinya mempelajari
hal-hal yang belum ia jumpai. Disinilah proses pembentukan kepribadian juga
akan terjadi. Bukan hanya pada tahap sosialisasi primer saja pembentukkan
kepribadian terjadi tetapi pada tahap sosialisasi sekunder pun masa
pembentukkan kepribadian akan berlangsung juga.
Disini ia akan bertemu dengan
orang-orang yang belum pernah ia jumpai. Maka disini akan akan mulai untuk
berkenal dan memperkenalkan dirinya kepada orang lain dan juga belajar untuk mengenal
kepribadian yang ada pada anak-anak lain atau orang lain yang ada di luar ruang
lingkup keluarganya. Sekolah adalah termasuk salah satu sarana kedua setelah
keluarga di mana disini sang akan juga akan mendapatkan pelajaran pembentukkan
kepribadian lewat gurunya. Dalam tahap ini, proses mengajari dari sang guru
juga sangatlah bermanfaat bagi diri sang anak. Guru yang baik tentu akan
membawa dampak yang juga baik terhadap anak tetapi bagaimana dengan guru yang
tidak memiliki kriteria yang cukup bagus serta baik untuk proses pembentukkan
kepribadian sang anak yang sekaligus juga sang anak merasa tidak cocok dengan
sang guru? Ini akan menjadi sebuah hambatan untuk pembentukkan kepribadian sang
anak.
Memiliki kepribadian yang berakhlah
baik serta mulai adalah salah satu misi dari kebanyakkan sekolah yang ada di
Indonesia? Mengapa demikian? Sekolah yang memiliki atau sudah terkenal dengan
prestasi-prestasi dari murid-murid yang berpikiran luas, pintar, cerdas,
kreatif dan aktif adalah sekolah yang akan memiliki misi seperti itu.
Dikarenakan sekolah yang sudah terkenal dengan memiliki reputasi yang bagus,
baik itu dari prestasi-prestasi yang diraih oleh sekolah serta murid-muridnya
akan memacu murid-muridnya untuk memiliki karakter yang berbasis standar internasional
dalam hal pendidikan. Ini dilakukan agar apa yang menjadi yaitu kepribadian,
terutama dengan kepribadian yang berahklak mulai dapat membantu murid-murid
untuk dapat belajar, menghasilkan prestasi-prestasi yang kelak akan membawa
murid-murid ke dunia internasional jika ia akan menempuh kuliah dan kerja
kelak. Oleh karena untuk mewujudkan hal yang demikian dibuatkan misi seperti
yang telah disebutkan, dimana itu akan sangat membantu dan berguna bagi
murid-murid.
Bagaimana cara untuk membentuk karakter
siswa yang berakhlak mulia dan disiplin? Jawaban dari pertanyaan itu adalah
dengan member contoh baik terhadap para siswa. Contohnya seperti memberlakukan
kegiatan sholat dhuha setiap hari jum’at disertai dengan membaca Al-Quran
sesudah melaksanakan ibadah sholat dhuha. Kemudian dengan mengadakan kegiatan
agama setiap hari Jum’at yang dimana hari Jum’at adalah hari yang sangat pas
untung mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, dimana dikatakan bahwa
semua yang ada di dunia ini dilahirkan pada hari Jum’at oleh Tuhan Yang Maha
Esa dan juga dikatakan akan berakhir pada hari Jum’at. Ini adalah kesempatan
yang baik untuk meningkatkan keimanan para siswa dan menjadi manusia yang
berguna dan bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Dengan ini insyaallah tingkat
keimanan dari para siswa sekalian akan meningkat dan asalkan juga di jalani
dengan niat yang tulus dan ikhlas. Selain itu, tidak hanya dengan meningkatnya
tingkat keimanan para siswa tetapi juga membuat para siswa menjadi manusia yang
bermafaat, yang juga dapat mengendalikan hawa serta nafsu mereka serta
memberikan dampak yang baik terhadap lingkungan sekitarnya. Selain itu juga,
para siswa akan selalu memiliki pikiran yang positive serta ketenangan rohani,
jiwa, raga dan hati karena beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jika kita selalu
berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kelak akan dipermudah segala urusan yang ada
di dunia, diberikan jalan keluar oleh Tuhan Yang Maha Esa agar dapat
menyelesaikan segala masalah dan urusan yang di hadapi dan dimiliki oleh para
siswa sekalian. Tidak hanya itu juga ini dapat meningkatkan silahturahmi
terhadap sesama, terhadap siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Dimana
disini akan saling memperkuat persatuan persaudaraan yang telah ada dan menjadi
kuat lagi. Satu kegiatan saja dapat menghasilkan dampak positive yang banyak
terhadap siswa, bulkankah ini adalah contoh yang bagus yang patut dilaksanakan
setiap saat agar keinginan untuk memiliki siswa yang berakhlak mulia akan
terwujud? Menurut saya ini adalah salah satu kegiatan yang bermanfaat dan juga
tidak menghasilkan dampat negative terhadap para siswa yang malahan dapat
menghasilkan dampak positive terhadap para siswa untuk dirinya sendiri,
hidupnya serta berdampak juga terhadap lingkungan sekitarnya.
Sekarang permasalahan selanjutnya
adalah bagaimana caranya untuk membentuk siswa yang disiplin, kreatif, peduli
dengan sesama, produktif serta terampil? Hal itu bisa diwujudkan dengan adanya
Adiwiyata yang sekarang terdapat di semua sekolah, baik itu SD, SMP maupun SMA.
Dengan adanya Adiwiyata, kita dapat menggunakan ini untuk membangun jiwa siswa
yang akan peduli dengan lingkungan alam sekitar. Dengan cara membersihkan
lingkungan sekolah, kelas dan pekarangan yang ada di sekitar sekolah. Seperti
menanam kembali pohon-pohon yang sudah tandus. Kemudian membeli tanaman-tanaman
hias untuk memperindah lingkungan sekolah serta mempercantik keadaan agar segar
serta enak untuk dipandang. Selain itu membersihkan selokan-selokan yang ada di
lingkungan sekolah. Dengan itu wabah penyakit pun tidak akan meningkat
melainkan mengurang karena kebanyakan bibit-bibit penyakit datang dari tempat
yang kumuh, jorok dan bau dimana selokan adalah salah satu contoh yang tepat
untuk menjadi tempat menyebarnya wabah penyakit. Selain itu juga menghimbau
para siswa untuk membuang sampah pada tempatnya. Jika kita tidak membuang
sampah pada tempatnya maka bibit-bibit dari nyamuk akan tumbuh drastis dan
lalat akan semakin menyukai situasi itu. Oleh karena selain kita membuang
sampah pada tempatnya kita juga dapat mendaur ulang sampah-sampah yang ada di
sekeliling sekolah. Dengan cara menjadikannya pupuk yaitu dengan menggunakan
sampah-sampah organic seperti makanan, daun-daun, buah-buah dan lain sebagainya
yang dapat lapuk dengan mudah. Selain itu kita juga bisa mendaur ulang
sampah-sampah anorganik dengan membuat kerajinan baru misalnya seperti membuat
tempat pensil, mantel jas hujan dari sampah-sampah plastik, payung, tas, kipas
dan lain sebagainya. Dan juga kita harus membagi sampah-sampah dari jenisnya,
jika itu sampah yang mudah lapuk seperti makanan, daun-daun dan lain sebagainya
maka sebaiknya kita tempatkan di tempat sampah khusus untuk sampah organik
selain itu jika sampah-sampah itu adalah sejenis plastik, kaleng dan lain
sebagainya kita seharusnya menempatkannya di tempat sampah khusus sampah jenis
anorganik. Selain itu juga kita juga dapat membedakan tempat sampah antara
organik dengan anorganik dengan cara member cat terhadap tempat sampah, yaitu
organik berwarna hijau dan juga anorganik berwarna biru. Demikian juga kita
juga dapat membedakan tempat sampah sesuai jenis keadaannya, misalnya sampah
yang sejenis kering ditaruh ditempat samoah yang kering, sampah sejenis basah
ditaruh ditempat yang basah agar mudah untuk memisahkannya jikan ingin di daur
ulang. Kemudian kita juga dapat mengecat bangunan-bangunan yang ada di sekolah,
ruang-ruang kelas, dengan ini suasana belajar dan mengajar akan terasa nyaman
dan hidup, dimana semangat para siswa untuk belajar akan meningkat yang juga
membawa dampak yang baik terhadap guru yang akan mengajar terhadap para
siswanya. Selain membangun semangat para siswa dan para guru dalam proses
belajar dan mengajar, dapat juga membuat lingkungan sekitar sekolah terlihat
tambah indah dan serasa hidup. Kemudian jika ini dilaksanakan dengan
bantuan dan usaha serta kerja keras dari
para siswa dan para guru pasti hasil yang sudah didapat akan memberikan nilai
positif serta kepuasan dari para siswa serta para guru. Dan jika ini terlaksana
dengan baik, sekolah yang bagus akan menjadi pemenang dalam kompetisi Adiwiyata
yang dimana jika sekolah yang terpilih menjadi pemenang Adiwiyata itu berarti
sekolah itu telah diakui menjadi sekolah yang mempunyai lingkungan sekolah yang
bersih, asri, indah, segar, nyaman dan sejahtera serta memiliki proses belajar
mengajar yang bagus, efektif serta aktif yang dapat membuat sekolah menjadi
panutan serta contoh bagi sekolah-sekolah lainnya yang belum terpilih menjadi
pemenan dari Adiwiyata.
Selain itu juga prestasi yang
dihasilkan para siswa juga dapat membawa dampak yang baik bagi sekolah maupun
para siswa yang lainnya, dimana bagi para siswa yang belum menghasilkan
prestasi seperti mengikut olimpiade dan sebagainya dapat mempacu motivasi para
siswa yang belum menghasilkan prestasi untuk dapat berkarya agar apa yang telah
ia usahakan terbayar dengan perhargaan dan rasa puas serta rasa bangga baik itu
dari dirinya sendiri, orang tua, para guru, teman-teman, bahkan orang
sekelilingnya akan menjadi bangga terhadap apa yang ia hasilkan dari apa yang
ia usahakan. Dan itulah cara yang menurut saya baik untuk membentuk kepribadian
siswa yang baik, berakhlak mulia, berprestasi, disiplin, mandiri, aktif serta
kreatif yang sangat diinginkan oleh semua sekolah yang ada. Apapun kegiatan
atau usaha yang dilakukan para guru terhadap para siswanya untuk menjadi
manusia yang bermanfaat kelak di masa depan, semoga dapat membuahkan hasil yang
baik serta dampak positif bagi para siswa, para guru serta orang-orang
disekelilingnya.
Comments
Post a Comment