Ardya Sena Maulydina Azhari XI IPS_Artikel_Riuk Piuk Lebaran
Riuk
Piuk Lebaran
Bulan
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, dimana semua umat islam di dunia
berlomba-lomba untuk mencari dan mendapatkan pahala serta berbuat kebaikan di
dunia untuk kelas di akhirat. Tentu bulan ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu
untuk umat islam. Kenikmatan berbuka puasa bersama-sama dengan orang tersayang,
susah dan senang menunngu adzan magrib berkumandang, semua itu adalah hal-hal
yang akan sangat dirindukan untuk semua umat islam jika bulan ramadhan akan
meninggalkan kita. Tetapi tentu bukan hanya itu saja. Mudik termasuk salah satu
hal yang sangat khas dan akan sangat ditunggu-tunggu. Mudik berarti pulang ke
kampong halaman. Dimana kita akan berjumpa dan berkumpul lagi dengan sanak
saudara untuk merayakan lebaran atau hari raya idul fitri.
Mudik memang hal yang menyenangkan. Kampung halaman
dimana kenangan-kenangan masa kecil kita tumbuh dan disitulah kita dibesarkan.
Memang mudik sangatlah menyenangkan dan tentu saja sangat ditunggu-tunggu. Akan
tetapi jika semua orang yang ada di Indonesia mudik maka jalan raya serta
tranportasi akan sangat padat. Seperti halnya jalan raya yang menjadi macet dan
bahkan bukan macet lagi melainkan berhenti untuk beberapa saat. Hal seperti ini
akan terjadi pada puncaknya mudik. Seperti yang saya alami pada tanggal 10
Agustus kemarin, saya melakukan perjalan dari Samarinda ke Balikpapan, dimana
perjalanan itu dilakukan pada waktu malam hari. Biasanya, jalan raya dari
Samarinda menuju Balikpapan akan sangat sepi bahkan akan sangat sedikit untuk
menemukan kendaraan yang beroperasional pada saat malam hari. Tetapi pada saat
malam itu, banyak sekali kendaraan yang melakukan arus balik mudik menuju
Samarinda atau Tenggarong. Lampu-lampu kuning yang menerangi jalan raya pada
malam itu menerangi jalan dan memudahkan saya untuk melakukan perjalanan pada
malam itu. Banyak sekali tranportasi seperti mobil, motor, truk, bus dan lain
sebagainya yang berlalu-lalang pada malam itu. Dan itu akan hanya ditemukan
pada saat malam arus balik. Keadaan jalan raya yang rame itu tentu akan
membawakan dampak, seperti halnya banyak mobil atau motor yang menyalip karena
kendaraan yang berada di depan lambat jalan. Hal ini tentu akan sangat
membahayakan para penumpang jika sang pengemudi tidak melihat situasi atau
kalap. Menyalip tentu boleh asalkan kita selalu memberikan klakson terlebih
dahulu agar kendaraan yang berada di depan kita tahu dan merespon kita balik,
setelah jangan lupa untuk menyalakan lampu rating kanan jika kita hendak
menyalip. Dengan kita melakukan ini maka setidaknya kita telah menghindari
tindakan yang tidak kita inginkan seperti kecelakaan.
Tidak hanya itu saja, hal lain seperti mogok pun juga
terjadi dan menghambat perjalan saya. Hal ini akan sangat membuang waktu bagi
pengemudi yang keburu waktu, tidak sabaran atau tidak tahu situasi apa yang
sedang terjadi. Oleh sebab itu sangatlah perlu bagi kita untuk selalu mengecek
kendaraan yang akan kita gunakan untuk perjalanan yang akan kita lakukan.
Hendaklah kita selalu melengkapi apa yang kurang dari kendaraan yang akan kita
gunakan nanti dan mengeceknya lagi jikalau ada kesalahan pada pengecekan
pertama yang kita lakukan. Selain itu jangan lupalah kita berdoa untuk selalu
aman dari hal yang tidak ingin kita alami selama dalam perjalanan yang akan
kita lakukan. Tidak hanya mogok atau pun kehabisan bensin, tetapi macet pun
juga terjadi dan ini yang biasa kita sebut merayap. Waktu saya melakukan
perjalanan pada malam itu, kendaraan yang awalnya banyak bertambah banyak
bahkan menyebabkan macet. Macet ini terjadi di Km. 50 tepat di tempat tahu
sumedang. Banyak sekali orang yang melakukan perjalanan yang melewati jalan
menuju Balikpapan – Samarinda yang akan mampir dan berhenti di Tahu Sumedang
untuk beristirahat. Tetapi pada malam itu, karena terlalu banyak pelanggan yang
ingin berkunjung dan beristirahat untuk makan dan lain sebagainya menyebabkan
macet. Macet ini disebabkan kendaraan yang keluar masuk dari Tahu Sumedang
dimana ini menghambat perjalanan. Selain itu, karena adanya macet yang lama dan
panjang maka banyak pengemudi yang tidak sabaran dan menyalip sampai ke arus
jalan sebaliknya. Karena macetnya ini maka arus balik menuju Samarinda di
daerah Tahu Sumedang pun bertambah menjadi dua, dimana hal ini membuat arus
balik ke Balikpapan menjadi terblokir. Selain itu tidak ada polisi yang
berpatroli untuk mengatur jalan raya pada malam itu, maka dari itu macet pun
menjadi lama dan panjang.
Di Balikpapan juga mengalami kerepotan karena terminal
bus Balikpapan dipenuhi penumpang arus balik pada tanggal 10 Agustus 2013.
Banyaknya penumpang yang menggunkan transportasi bus Antar Kota Dalam Provinsi
(AKDP) di terminal Batu Ampar sudah terjadi sejak pagi hari. Rata-rata kendara
yang akan membawa penumpang menuju Samarinda diisi sekitar 80 persen dari kapasitas
yang ada. Penumpang pun semakin banyak ketika menjelangnya siang dan sore hari.
Biasanya bus-bus akan menunggu penumpang untuk mengisi penuh kursi-kursi yang
kosong, pada hari itu bus-bus tersebut tidak perlu menunggu lama karena sudah
banyak penumpang yang menunggu dan langsung berhamburan masuk menuju bus. Tentu
hal ini sangatlah menguntungkan bagi sang pengemudi bus karena penghasilannya
bertambah tidak seperti biasanya.
Tidak hanya di Balikpapan, arus balik Samarinda –
Tenggarong yang melalui kapal ferri pun juga sangat padat pada tanggal 10
Agustus 2013 kemarin. Antrian panjang yang memakan waktu lebih dari sejam yang
saya tempuh itu memang melelahkan. Dalam satu kali kedatangan ferri maka akan
menampung sekitar 8 mobil dan 30 motor. Banyak penumpang mobil maupun motor
yang menunggu lama menggunakan waktu mereka untuk mematikan transportasi mereka
dan beristirahat sebentar seperti membeli makanan atau minuman. Tidak hanya itu
juga, ada banyak penumpang yang menyerah untuk antri dan memilih untuk balik
pulang karena padatnya dan panjangnya antrian yang memakan waktu lebih dari
sejam. Tetapi hal itu terbayar karena pada saat lebaran tiket untuk menaiki
kapal ferri digratiskan. Oleh sebab itu banyak sekali penumpang yang
bertransportasi yang memilih untuk menaiki kapal ferri yang selain dekat dan
tidak memakan waktu lama hanya 5 menit saja tetapi juga murah karena lebaran.
Tetapi selain penumpang yang bertransportasi, saya juga menemui penumpang yang
tidak bertranportasi yang juga menunggu di bawah teriknya matahari siang pada
hari itu.
Di musim lebaran ini tentu tempat wisata juga akan ramai
akan wisatawan seperti misalnya pantai Manggar dan pantai Lamaru yang ada di
Balikpapan. Menurut Kepala UPT Pantai Mangar Segar Sari, M Arif memprediksikan wisatawan
yang datang ke pantai Manggar pada hari terakhir cuti bersama bisa menembus
hingga 20 ribu orang. Karena ramainya wisatawan yang berkunjung maka pihak
setempat telah menyiapkan berbagai antisipasi seperti tempat parkir yang
kosong, kemudian poskos jika terjadi kecelakaan di kawasaan pantai. Posko yang
bekerjasama dengan 3 Puskesmas terdekat ini akan selalu stand-by dan siap
melayani serta membantu wisatawan jika terjadi kecelakaan. Selain penuhnya
pantai-pantai yang ada di Balikpapan, tentu hal ini akan menyebabkan jalan raya
menjadi macet. Kemacetan yang terjadi pada daerah manggar bisa terjadi seharian
penuh. Bahkan butuh waktu yang sangat lama untuk bergerak. Sebab itulah sangat
dibutuhkan kerjasama dengan pihak lalu
lintas untuk mengatur keadaan jalan raya agar tidak terjadi kemacetan yang lama
dan panjang serta kecelakaan yang terjadi.
Nama : Ardya Sena Maulydina Azhari
Kelas : XI IPS
Comments
Post a Comment